Beranda Parlementaria Sambirang Ahmadi: MotoGP Mandalika Harus Jadi Akselerator Transformasi Ekonomi Daerah

Sambirang Ahmadi: MotoGP Mandalika Harus Jadi Akselerator Transformasi Ekonomi Daerah

0
2

MATARAM — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak boleh sekadar menjadi gelaran balap tahunan atau euforia sesaat, melainkan harus dimaksimalkan sebagai momentum akselerasi transformasi ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi. Ia menilai, reputasi internasional Mandalika perlu dihubungkan secara nyata dengan penguatan sektor perdagangan, industri, pertanian, perikanan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.

​Sambirang menjelaskan, optimisme dampak ekonomi ajang ini memiliki landasan empiris yang terukur. Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, dampak ekonomi nasional MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan mencapai Rp2,7 hingga Rp4,7 triliun. Sebelumnya, kajian pemodelan ekonomi Inter-Regional Input-Output (IRIO) pada penyelenggaraan 2022 juga mencatat estimasi dampak output sebesar Rp606,92 miliar dan nilai tambah Rp315,94 miliar.

​”Dampak ekonomi tersebut merupakan modal penting. Namun dalam perspektif pembangunan jangka panjang, nilai strategis MotoGP terletak pada kemampuannya menggerakkan sektor non-tambang dan mendorong perubahan struktur ekonomi NTB,” ujar Sambirang.

​Peluang ini sejalan dengan visi RPJMD NTB 2025–2029 “Bangkit Bersama Menuju NTB Sebagai Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”. Sektor pariwisata kelas dunia dinilai menciptakan permintaan besar akan pangan berkualitas, produk olahan, hingga ekonomi kreatif. Jika kebutuhan tersebut disuplai langsung oleh petani, nelayan, dan pengrajin lokal, keterkaitan rantai pasok (backward and forward linkages) akan terbentuk dengan kuat.

​Untuk mendorong percepatan kontribusi MotoGP terhadap perekonomian NTB, Sambirang merumuskan lima langkah strategis:

​Pemetaan Kebutuhan Belanja: Memperkuat peta kebutuhan industri pariwisata dan kapasitas pemasok lokal agar kemitraan pangan, jasa, dan kerajinan dapat ditindaklanjuti secara terukur.

Penguatan UMKM/IKM: Memperluas business matching, pendampingan standar mutu, kemasan, sertifikasi, dan akses pembiayaan agar UMKM menjadi pemasok tetap, bukan sekadar peserta bazar temporer.

​Konektivitas Paket Wisata: Mengintegrasikan promosi MotoGP dengan paket wisata lintas Lombok–Sumbawa (seperti Sembalun, Senggigi, Gili Tramena, hingga Teluk Saleh) guna memperpanjang masa tinggal wisatawan.

​Peningkatan Kualitas SDM: Memperkuat pelatihan vokasi, bahasa asing, dan keterampilan digital pekerja lokal agar dapat terserap dalam rantai nilai pariwisata.

​Evaluasi dan Pemantauan Tahunan: Mengembangkan indikator evaluasi yang konsisten—termasuk belanja produk lokal, tenaga kerja, dan lama tinggal—sebagai dasar kebijakan pemerintah.

​”Deru mesin MotoGP mungkin hanya terdengar beberapa hari di akhir pekan, namun mesin produktivitas, investasi, dan kesejahteraan yang digerakkannya harus mampu bekerja sepanjang tahun demi mendukung NTB yang semakin makmur dan mendunia,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini