Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan I tahun 2023, tumbuh sebesar 3,57 persen dibandingkan tri- wulan I tahun 2022.
“Event internasional WSBK dan Porprov NTB bulan lalu ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB dan memberikan kontribusi utama,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM saat menyampaikan berita resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB, Jumat (5/5).
Selain kedua even tersebut, pertumbuhan ekonomi NTB juga hasil berkontribusi berbagai kegiatan panen raya komoditas pertanian, khususnya padi.
Dijelaskan, Wahyudin, pertumbuhan tertinggi menurut lapangan usaha secara year-on-year adalah konstruksi sebesar 12,76 persen, didukung terutama oleh pengadaan semen.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah perdagangan sebesar 9,07 persen sebagai dampak peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor. Serta meningkatnya kunjungan ke pusat perbelanjaan seiring penghapusan PPKM.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah jasa perusahaan yakni sebesar 7,68 persen. Hal ini didorong oleh meningkatnya aktivitas agen perjalananan dan biro perjalanan wisata.
BPS NTB juga mencatat, mobilitas penumpang melalui angkutan laut pada bulan Maret 2023 mengalami peningkatan dibanding Februari 2023. Jumlah penumpang yang datang meningkat sebesar 25,53 persen, sedangkan penumpang yang berangkat meningkat sebesar 20,95 persen.
“Ini menunjukkan mobilitas penumpang di NTB terus mengalami peningkatan,” jelas Wahyudin.
Ditambahkan, untuk mobilitas penumpang melalui angkutan udara domestik di Provinsi NTB mengalami peningkatan dibanding Februari 2023. Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Maret 2023 sebanyak 93.784 orang. Hal ini naik sebesar 13,29 persen dibandingkan Februari 2023.
Sementara itu, optimisme pertumbuhan ekonomi NTB ke depan sudah terlihat sejak awal 2023. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang menggeluti sektor industri.
Bahkan dalam empat tahun terakhir, pelaku usaha sudah banyak bergerak di bidang industri. Dengan begitu, sektor industri semakin baik dan perekonomian masyarakat semakin meningkat. (lil/ KominfotikNTB)

