Beranda Uncategorized Dr. TGH. Lalu Pattimura Farhan Tekankan Pentingnya Taubat Sebagai Kunci Kebahagiaan.

Dr. TGH. Lalu Pattimura Farhan Tekankan Pentingnya Taubat Sebagai Kunci Kebahagiaan.

0
276
Ketua BKAP DPW PKS NTB Dr. TGH. Lalu Pattimura Farhan, M.HI

MATARAM – Mengisi momentum Ramadan 1447 H, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nusa Tenggara Barat kembali menggelar program “Ngaji Kitab Online” Riyadus Shalihin. Dalam kajian Bab 2 mengenai Taubat, Ketua Bidang Kaderisasi (BKAP) DPW PKS NTB, Dr. TGH. Lalu Pattimura Farhan, M.HI., menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi pembersihan diri bagi setiap muslim.

Tuan Guru Pattimura mengawali kajian dengan menegaskan bahwa taubat bukanlah pilihan, melainkan sebuah kewajiban (wajibun min kulli dzambin) atas setiap dosa yang dilakukan manusia. Menurutnya, taubat adalah amalan hati yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Dalam pemaparannya, beliau merinci syarat-syarat taubat yang harus dipenuhi agar diterima oleh Allah SWT. Beliau membaginya menjadi dua kategori utama:

Dosa kepada Allah: Mencakup tiga syarat, yakni menghentikan maksiat seketika, menyesali perbuatan tersebut dengan tulus, dan memiliki tekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa depan.

Dosa kepada Sesama Manusia: Selain tiga syarat di atas, terdapat syarat tambahan yang sangat krusial, yaitu menyelesaikan urusan dengan orang yang dizalimi. “Jika berkaitan dengan harta, maka harus dikembalikan. Jika berkaitan dengan harga diri atau fitnah, maka harus meminta maaf secara langsung,” tegas beliau.

Menariknya, TGH. Lalu Pattimura juga mengaitkan esensi taubat dengan harmonisasi rumah tangga. Beliau menyebutkan bahwa keretakan atau ketidakharmonisan antara suami dan istri sering kali berakar dari adanya kemaksiatan yang belum ditaubati.

“Tidaklah hubungan dua orang (suami-istri) menjadi renggang kecuali karena salah satunya sedang berbuat dosa. Oleh karena itu, taubat adalah cara terbaik untuk merekatkan kembali kasih sayang dalam keluarga,” jelas pimpinan Pondok Pesantren Selaparang Kediri tersebut.

Beliau mengajak seluruh jamaah dan pemirsa untuk meneladani Rasulullah SAW yang senantiasa beristigfar lebih dari 70 hingga 100 kali sehari, meski beliau adalah sosok yang maksum (terjaga dari dosa).

Kajian ditutup dengan pesan bahwa Ramadan adalah “wisata singkat” yang harus dimanfaatkan untuk membersihkan beban dosa. Dengan bertaubat, seseorang tidak hanya mendapatkan ampunan di akhirat, tetapi juga ketenangan dan pembuka pintu rezeki di dunia.

“Dosa adalah penghalang terkabulnya doa. Maka, basuhlah luka dosa itu dengan air mata taubat, agar rahmat Allah senantiasa mengalir dalam hidup kita,” pungkasnya.

Program Ngaji Kitab Online ini merupakan agenda rutin DPW PKS NTB selama bulan suci Ramadan untuk memberikan siraman rohani dan edukasi keislaman bagi masyarakat luas melalui kanal media sosial resmi partai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini